Portal Kamera

2019, Tahun Berat Sejumlah Merek Smartphone Sony Juga Termasuk

TAHUN ini akan jadi jaman yang ­penting buat banyak produsen mobile phone ­pintar. Market share telefon pintar sudah banyak ber­ubah dalam setahun lebih paling akhir.

Dengan global, Samsung tetap memuncaki pasar smartphone. Huawei sekarang menduduki rangking ke-2 sesudah menggeser Ap­ple yang turun ke tiga besar. Tetapi, mereka terancam oleh pendatang baru seperti Xiaomi, Oppo, serta OnePlus.

Berdasar pada laporan Androidpit, tahun 2019 jadi tahun kunci buat perebutan persaingan market share dengan timbulnya smartphone lipat serta 5G. Tetapi, apakah yang akan berlangsung dengan Sony, LG, Motorola, serta HTC? Apa perusahaan-perusahaan ini bisa terus bertahan?

Sony
Sewaktu kita bicara perihal Sony, kita semua mengerti kalau me­reka miliki re­putasi menjadi perusahaan yang besar. Merk Je­pang ini sukses mengukir namanya dalam dunia technologi atas tv, stereo, serta sudah pasti Play Station.

Namun, berlainan sewaktu kita bicara perihal smartphone. Keluarga Xperia sudah sempat digemari banyak orang setahun lebih terus, namun ­kini meredup terlebih di Indonesia.

SONY XZ4. */DOK. PR
Disamping itu, mode high-end terkini dari Sony tidak di terima dengan baik. Mereka tidak bisa beradu dengan Samsung atau Huawei pada harga yang sama.

Terkecuali itu, strateginya buat mengenalkan flagship (mobile phone teratas) tiap-tiap enam bulan tidaklah langkah yang terpilih. Cuma fans merk Sony yang beli Xperia terkini.

Meskipun sebenarnya, Sony menghasilkan sensor gambar yang amat baik, termasuk juga IMX-nya yang populer. Bahkan juga, beberapa smartphone dengan camera terpilih di bursa pasaran memanfaatkan sensor dari me­rek Jepang itu seperti Piksel 3, Galaxy S9+, Huawei P20 Pro, serta iPhone. Jadi, me­ngapa fitur Sony tidak menonjol, terlebih di bagian camera?

Terlihat, perusahaan memiliki rencana menjadikan satu fitur lu­nak serta pe­rangkat kerasnya buat bagian photografi. Mereka mau bikin fitur camera mereka menonjol lantaran amat pen­ting di masa kini dengan melahirkan XZ3.

Sony akan meluncurkan XZ4 yang dikehendaki memberi dukungan 5G serta peluang akan disaji­kan di Mobile World Congress di Barcelona 2019.

Sony pun diha­rapkan buat memperluas seri kelas menengah dengan Xperia XA3 serta L3. Terkecuali itu, Sony akan bersaing mendatangkan smartphone lipat pertama yang tersingkap dalam paten beberapa terakhir ini.

LG
Raksasa Korea, LG, gagal dengan baik di divisi mobile-nya, sedikitnya dalam soal banyaknya penjualan. Sejak mulai 2016, mereka alami kerugian dari kuartal ke kuartal.

Dinamikanya sama pada tahun 2018. Biarpun demi­kian, LG sukses besar di divisi tv. Lepas dari kerugian di bagian mobile phone pintar, perusahaan tetap menguntung­kan di bagian lainnya.

LG V40 ThinQ. */DOK. PR

LG amat mengharapkan kalau fitur kelas atas terbarunya, V40 ThinQ yang pertama dengan lima camera terintegrasi, akan di rilis pada Oktober 2019. Perusaha­an membidik angka penjualannya melampaui LG G7.

Dengan semua perubahan ini, LG miliki ide ambisi­us buat tahun 2019, termasuk juga pengenalan smartphone lipat. Samsung serta Huawei terlihat berlomba mencari tempat menjadi yang pertama meluncurkan fitur sesuai ini.

Namun, bagaimana ­jika LG ialah yang pertama selesaikan kendala itu? Issu mengemukakan, fitur lipat LG akan siap pada Consumer Electronics Show (CES) di Las Vegas pada Januari 2019.

Dalam sekian waktu ke muka, ­kita juga me­lihat G8 serta V50 pada 2019. Akankah fitur ini terintegrasi dengan 5G? Kita nantikan saja.

Motorola
Motorola dipandang ”bingung” saat setahun lebih paling akhir. Sudah sempat dipasarkan ke Lenovo, lalu jadi Moto serta saat ini Motorola kembali.

Banyaknya penjualannya tidak besar di sejumlah besar pasar. Namun, di negara berkembang seperti Brasil, Motorola ialah me­rek terlaris ke-2 serta amat kuat atas mode entry-level. Ini pun cukuplah sukses di AS, sejumlah lantaran tidak terdapatnya Huawei serta Xiaomi.

Trick perusahaan ialah selalu ber­operasi dengan terpisah da­lam dua domain. Di Eropa, AS, serta Amerika Latin, fitur me­reka dimaksud Moto. Di Tiongkok serta India, fitur mereka ma­sih miliki nama Lenovo. Ini menyerupai dengan dinamika ­Hua­wei/Honor.

Ambisinya ialah buat mengedepankan fitur kelas me­nengahnya ketimbang flagship-nya. Tiada sangsi, peluncuran terbesar­nya pada tahun 2019 ialah Moto G7 yang dikehendaki ada dalam empat vs berlainan.

Nokia
Dahulu, siapa yang tidak kenal telefon seluler sejuta umat Nokia. Pa­da tahun 2009, sewaktu mobile phone Android serta iPhone tetap baru, No­kia tetap menguasai dengan market share 39%.

Sayangnya, perusahaan ini tidak mengerti bagaimana metodenya meng­ikuti perubahan masa serta mulai sejak itu anjlok. Sesudah dipasarkan ke Microsoft serta memaksa­kan memanfaatkan skema ope­rasinya sen­diri ialah ketetapan yang membawa musibah.

Lalu, perusahaan ini dibeli oleh HMD Global yang dibuat oleh eks eksekutif Nokia. Dengan prinsip yang dia­rah­kan buat smartphone Android pada harga dapat dijangkau, hasil­nya lumayan bagus. Saat ini, kebanyakan orang tengah menanti launching Nokia 9 pada 2019 yang digadangkan akan ada lima camera belakang.

HTC
HTC tidak miliki tahun yang luar ­biasa di tahun 2018. Angka penjualan mereka di bulan November 2018 amat jelek dengan penurunan penghasilan dari tahun ke tahun lebih dari 70%.

Per­usaha­an itu beroleh kurang dari 1 miliar dolar AS buat sekali-kalinya dalam lebih dari satu dekade. Ini ber­sa­maan dengan pengurangan besar dalam banyaknya karyawan perusahaan 25%.

HTC U12+*/HTC

Pada 2017, sesudah beberapa kuartal dengan hasil negatif, HTC jual sejumlah divisi smartphone-nya ke Google, termasuk juga 2. 000 karyawan. Banyak di ­antara mereka kerja pada pengem­bangan Piksel serta Piksel 2.

Smartphone high-end terkini HTC ialah U12+ yang dikenalkan pada Mei 2018. U12+ ialah fitur yang tidak mengesankan warga umum.

Biarpun ada issu kalau HTC akan berhenti bikin smartphone, merk asal Taiwan ini ma­sih akan teruslah men­coba. Jadi, apakah yang akan jadi konsentrasi HTC di tahun lain waktu?

Buat sekarang ini, HTC sudah meluncurkan Exodus 1. Smartphone pertama dengan technologi blockchain, yakni fitur ­untuk me­nyimpan mata uang digital ­Anda. HTC sudah mengonfirmasi ke­mitra­annya dengan Sprint buat peluncuran fitur 5G.

Me­nurut Presiden HTC Taiwan, perusahaan akan konsentrasi pada ­pe­rangkat kelas menengah serta atas, setidak­nya pada paruh pertama 2019. Ini termasuk juga HTC Desire 12s yang barusan dikenalkan.

Namun, apabila kondisi tidak tambah baik, HTC mungkin fokus usaha mereka pada peningkatan bagian ­virtual reality. Vive headset ialah ­produk khusus mereka, jadi hari esok HTC mungkin dalam fakta virtual.

  • Silahkan masukan huruf yang tertulis pada gambar di atas dengan benar.

    Isi tulisan akan diterbitkan dan hanya pemilik blog yang dapat menghapusnya.

    削除
    2019, Tahun Berat Sejumlah Merek Smartphone Sony Juga Termasuk
      Komentar(0)